Adakah setiap kali kita berdoa kita mesti mengangkat tangan? Berikut merupakan bantahan terhadap orang yang berpendapat sedemikian.
Adakah kita mengangkat tangan sewaktu berdoa antara dua sujud, saat doa iftitah, saat doa tasyahud? Ingatlah wahai saudara dan saudariku, setiap apa-apa yang kita amalkan mestilah berpaksikan dalil dan hujah semata bukan mengikut hawa nafsu. Sekiranya sesiapa yang mempunyai bantahan terhadap artikel ini, persilakanlah untuk sama-sama mencari kebenaran. InsyaAllah.
Berdoa Dengan Mengangkat Tangan
Oleh: Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih
Mengangkat tangan dalam berdoa merupakan etika yang paling agung dan memiliki keutamaan mulia serta penyebab terkabulnya doa.
Dari Salman Al-Farisi رضي الله عنه bahawa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda.
Ertinya : "Sesungguhnya Rabb kalian Maha Hidup lagi Maha Mulia, Dia malu dari hamba-Nya yang mengangkat kedua tangannya (meminta-Nya) dikembalikan dalam keadaan kosong tidak mendapat apa-apa". [Sunan Abu Daud, kitab Solat bab Doa 2/78 No.1488, Sunan At-Tirmidzi, bab Doa 13/68. Musnad Ahmad 5/438. Disahihkan Al-Albani, Sahih Sunan Abu Daud].
Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa lafazh hayyun berasal dari lafazh haya' yang bermakna malu. Allah memiliki sifat malu yang sesuai dengan keagungan dzat-Nya kita beriman tanpa menggambarkan sifat tersebut. Lafazh kariim yang bererti Maha Memberi tanpa diminta dan dihitung atau Maha Pemurah lagi Maha Memberi yang tidak pernah habis pemberian-Nya, Dia dzat yang Maha Pemurah secara mutlaq. Lafazh an yarudahuma shifron ertinya kosong tanpa ada sesuatu. [Mur'atul Mafatih 7/363]
Dari Anas رضي الله عنه berkata bahawa
Ertinya: Rasulullahصtidak berdoa dengan mengangkat tangan kecuali dalam solat Istisqa. [Shahih Al-Bukhari, bab Istisqa' 2/12. Shahih Muslim, kitab Istisqa' 3/24].
Imam Hafizh Ibnu Hajar berkata bahawa hadis tersebut tidak menafikan berdoa dengan mengangkat tangan akan tetapi menafikan sifat dan cara tertentu dalam mengangkat tangan pada saat berdoa, ertinya mengangkat tangan dalam doa istisqa' memiliki cara tersendiri mungkin dengan cara mengangkat tangan tinggi-tinggi tidak seperti pada saat doa-doa yang lain yang hanya mengangkat kedua tangan sejajar dengan wajah saja.
Berdoa dengan mengangkat tangan hingga sejajar dengan kedua bahu tidaklah bertentangan dengan hadis di atas sebab baginda pernah berdoa mengangkat tangan hingga kelihatan putih ketiaknya, maka boleh mengangkat tangan dalam berdoa hingga kelihatan ketiaknya, akan tetapi di dalam solat istisqa dianjurkan lebih dari itu atau mungkin pada solat istisqa kedua telapak tangan diarahkan ke bumi dan dalam doa selainnya kedua telapak tangan diarahkan ke atas langit.
Imam Al-Mundziri mengatakan bahwa jika seandainya tidak mungkin menyatukan hadis-hadis di atas, maka pendapat yang menyatakan berdoa dengan mengangkat tangan lebih mendekati kebenaran sebab banyak sekali hadis-hadis yang menetapkan mengangkat tangan dalam berdoa, seperti yang telah disebut Imam Al-Mundziri dan Imam An-Nawawi dalam Syarah Muhadzdzab dan Imam Al-Bukhari dalam kitab Adabul Mufrad. Adapun hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dari 'Amarah bin Ruwaibah bahawa dia melihat Bisyr bin Marwan mengangkat tangan dalam berdoa, lalu mengingkarinya kemudian berkata : "Saya melihat Rasulullah tidak lebih dari ini sambil mengisyaratkan jari telunjuknya. Imam At-Thabari meriwayatkan dari sebagian salaf bahwa disunnahkan berdoa dengan mengisyaratkan jari telunjuk. Akan tetapi hadis di atas terjadi pada saat khutbah Jum'at dan bukan bererti hadis tersebut menafikan hadis-hadis yang menganjurkan mengangkat tangan dalam berdoa. [Fathul Bari 11/146-147].
Akan tetapi dalam masalah ini terjadi kekeliruan, sebahagian orang ada yang berlebihan dan tidak pernah sama sekali mahu meninggalkan mengangkat tangan, dan sebahagian yang lainnya tidak pernah sama sekali mengangkat tangan kecuali waktu-waktu khusus saja, serta sebagian yang lain antara keduanya, ertinya mengangkat tangan pada waktu berdoa yang memang dianjurkan dan tidak mengangkat tangan pada waktu berdoa yang tidak ada anjurannya.
Imam Al-'Izz bin Abdussalam berkata bahwa tidak dianjurkan mengangkat tangan pada waktu membaca doa iftitah atau doa antara dua sujud. Tidak ada satu hadispun yang sahih yang membenarkan pendapat tersebut. Begitupula tidak disunahkan mengangkat tangan tatkala membaca doa tasyahud dan tidak dianjurkan berdoa mengangkat tangan kecuali waktu-waktu yang dianjurkan oleh Rasulullah صلی الله عليه وسلم untuk mengangkat tangan. [Fatawa Al-Izz bin Abdussalam hal. 47].
Syeikh Bin Bazz berkata bahawa dianjurkan berdoa mengangkat tangan karena demikian itu menjadi penyebab terkabulnya doa, berdasarkan hadis Nabi صلی الله عليه وسلم.
Ertinya : “Sesungguhnya Tuhan kalian Maha Hidup lagi Maha Mulia, Dia malu kepada hamba-Nya yang mengangkat kedua tangannya (meminta-Nya), Dia kembalikan dalam keadaan kosong tidak mendapat apa-apa". [Hadits Riwayat Abu Daud].
Dan sabda Nabi صلی الله عليه وسلم.
Ertinya : "Sesungguhnya Allah Maha Baik tidak menerima kecuali yang baik dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang beriman seperti memerintahkan kepada para rasul.
Allah berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُلُواْ مِن طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُواْ لِلّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ.
"Wahai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah". [ Surah al-Baqarah 2:172].
Dan firman Allah,
يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ.
"Wahai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang soleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan". [ Surah al-Mukminuun 23:51]
Kemudian beliau menyebutkan seseorang yang lusuh mengangkat kedua tangannya ke arah langit berdoa : “Ya Rabbi, ya Rabbi tetapi makanannya haram, minumannya haram dan pakaiannya haram serta darah dagingnya tumbuh dari yang haram, bagaimana doanya boleh dikabulkan?" [Sahih Muslim, kitab Zakat 3/85-86]
Tidak dianjurkan berdoa mengangkat tangan bila Rasulullah صلی الله عليه وسلم tidak mengangkat kedua tangannya pada waktu berdoa seperti berdoa pada waktu sehabis salam dari solat, membaca doa antara dua sujud dan membaca doa sebelum salam dari solat serta pada waktu berdoa dalam khutbah Jum’at dan Idul fitri, tidak pernah ada hadis yang menyebutkan bahwa Rasulullah صلی الله عليه وسلم mengangkat tangan pada waktu waktu tersebut.
Rasulullah صلی الله عليه وسلم adalah panutan kita dalam segala hal, apa yang ditinggalkan dan apa yang dilaksanakan semuanya suatu yang terbaik buat umatnya, akan tetapi jika dalam khutbah Jum'at khatib membaca doa istisqa', maka dianjurkan mengangkat tangan dalam berdoa sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rasulullah صلی الله عليه وسلم. [Sahih Al-Bukhari, bab Istisqa', bab Jamaah Mengangkat Tangan Bersama Imam 2/21].
Dianjurkan mengangkat tangan dalam berdoa setelah solat sunnah tetapi lebih baik jangan rutin melakukannya kerana Rasulullah صلی الله عليه وسلم tidak rutin melakukan perbuatan tersebut dan seandainya demikian, maka pasti kita menemukan riwayat dari beliau صلی الله عليه وسلم terlebih para sahabat selalu menyampaikan segala tindakan dan ucapan beliau baik dalam keadaan mukim atau safar.
Adapun hadis yang berbunyi :
Ertinya : "Solat adalah ibadah yang memerlukan khusyu' dan berserah diri, maka angkatlah kedua tanganmu dan ucapkanlah : Ya Rabbi, ya Rabbi". [Hadits Dhaif, Fatawa Muhimmmah hal. 47-49].
Dan tidak dianjurkan mengangkat tangan dalam membaca doa tawaf sebab Nabi صلی الله عليه وسلم berkali-kali melakukan thawaf tidak ada satu riwayatpun yang menjelaskan bahwa baginda berdoa mengangkat tangan pada saat tawaf.
Sesuatu yang terbaik adalah mengikuti ajaran Rasulullah صلی الله عليه وسلم dan sesuatu yang terburuk adalah mengikuti perbuatan bid'ah.
Cara Mengangkat Tangan Dalam Berdoa.
Ibnu Abbas berpendapat bahawa cara mengangkat tangan dalam berdoa adalah kedua tangan diangkat hingga sejajar dengan kedua bahu, dan beristighfar berisyarat dengan satu jari, adapun ibtihal (istighasah) dengan mengangkat kedua tangan tinggi-tinggi. [Sunan Abu Daud, bab Witir, bab Doa 2/79 No. 14950. Disahihkan oleh Al-Albani dalam Sahih Sunan Abu Daud].
Imam Al-Qasim bin Muhammad berkata bahawa saya melihat Ibnu Umar berdoa di Al-Qashi dengan mengangkat tangannya hingga sejajar dengan kedua bahunya dan kedua telapak tangannya dihadapkan ke arah wajahnya. [Disahihkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 11/147. Dinisbatkan kepada al-Bukhari dalam kitab Adabul Mufrad tetapi tidak ada].
Ketahuilah Bahwa Doa Istisqa' (meminta hujan) Memiliki Dua Cara
Pertama: Mengangkat kedua tangan dan mengarahkan kedua telapak tangan ke wajah, berdasarkan dari Umair Maula Abi Al-Lahm bahawa dia melihat Nabi صلی الله عليه وسلم berdoa istisqa di Ahjari Zait dekat dengan Zaura' sambil berdiri mengangkat kedua telapak tangannya tidak melebihi di atas kepalanya dan mengarahkan kedua telapak tangan ke arah wajahnya. [Sunan Abu Daud, kitab Shalat bab Raf'ul Yadain fil Istisqa' 1/303 No. 1168. Disahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Daud 1/226 No. 1035].
Kedua: Mengangkat tagan tinggi-tinggi dan mengarahkan luar telapak tangan ke arah langit dan dalam telapak tangan ke arah bumi. Dari Anas bahwa beliau melihat Rasulullah صلی الله عليه وسلم berdoa saat istisqa dengan mengangkat tangan tinggi-tinggi dan mengarahkan telapak tangan sebelah dalam ke arah bumi hingga terlihat putih ketiaknya. [Sunan Abu Daud, kitab Solat bab Raf'ul Yadain fil Istisqa' 1/303 No. 1168. Disahihkan oleh al-Albani dalam Sahih Sunan Abu Daud 1/226 No. 1035].
[Disalin dari buku Jahalatun nas fid du'a, edisi Indonesia Kesalahan Dalam Berdoa oleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih, hal 61-69 terbitan Darul Haq, penterjemah Zaenal Abidin Lc (sedikit pengolahan bahasa yang disesuaikan ke dalam bahasa Malaysia terkini)]
Wallahu'alam.